Tawakkal
November 18, 2008
فاذا عزمت فتوكل على الله
” Bila kamu telah ber azzam, maka bertawakkallah pada Allah “
Azmu bermakna keinginan yang utuh, bulat, dan tidak tergantikan. Kita menyebutnya tekad. Keingina yang – tidak bisa tidak – harus terpenuhi. Saat kondisi hati kita seperti itulah datang perintah Allah, bertawakkallah, pasrahlah. Tawakkal artinya bersandar, bergantung. Bergantung secara penuh adalah kemurnian tawakkal. Bila orang bergantung, maka dia rela dibawa ke mana saja oleh yang digantunginya. Diayun ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah. Dia pasrah saja. Itulah makna bergantung. Bila dia menyatakan tawakkal tapi muncul dihatinya rasa sedih dan kecewa bila yang diazzamkannya tidak terwujud, maka dia belum bertawakkal. Wallahu a’lam
artikel terkait:
Hamba Allah Yang Musyrik
Hamba Allah Yang Musyrik
November 18, 2008
Siapa hamba Allah yang musyrik,
Dia yang memaksakan keinginannya pada Allah, kecewa bila tidak dipenuhi, marah, bahkan putus asa. Seolah dia adalah Tuhan yang harus selalu ditaati dan Allah adalah hamba yang harus selalu memenuhi keinginannya. Dia menyekutukan Allah dengan dirinya sendiri.
Karena itu, saudaraku, para generasi kita terdahulu bila ditanya apa bukti penghambaan ? Mereka berkata, “Allah memutuskan, kita ridha” Itu saja. Itulah semurni-murni ubudiah, penghambaan pada Allah yang terbebas dari kekeruhan hati.
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan apa yang kuketahui dan apa yang tidak kuketahui. Amiin
Artikel terkait :
Tawakkal
4 Mata Ditutup, Tukul Incar Jabatan Gubernur DKI
November 13, 2008
Oleh : Rudi Wahyudi
Para Guru Sufi mengatakan bahwa kekayaan cenderung membuat manusia mempunyai adab (etika) yang jelek. Karena itu mereka lebih menyukai ujian kepahitan daripada ujian kekayaan. Kepahitan dibenci oleh nafsu tapi disukai oleh fitrah, sementara kekayaan disukai nafsu tetapi dibenci oleh fitrah. Nampak jelas di bulan Ramadhan kemarin, nafsu kita benci sekali lapar, tapi fitrah kita justru menyukainya, ada kelezatan ibadah dalam lapar, kelapangan hati, dan ketenteraman jiwa.
Benar sekali perkataan para guru itu. Masih ingat dalam benakku Inul Daratista beberapa tahun lalu, saat banyak orang menghujatnya. Dia menangis, memelas, mengundang simpati banyak orang, dia cium tangan raja dangdut memohon maaf atas perilakunya. Sangat sopan, lugu, dan tidak tahu apa-apa. Sekarang, setelah kekayaan berkumpul di tangannya, dengan yakinnya dia mengatakan bahwa mereka – orang yang mengkritiknya – iri dan dengki padanya, tidak memiliki yang dia punya, tidak bisa konser ke amerika – di depan WNI tentunya -. Terakhir kali, kulihat sebuah patung Inul Daratista di Pondok Indah. Lalu semua heboh, ada apa ini. Siapa yang telah jadi pahlawan. Masyarakat Indonesia dikompori media sibuk membicarakan patung Inul itu. Itu sumbangan dari Inul, warga baru di sini untuk warga Pondok Indah dan sekitarnya, begitulah kira-kira makna berita-berita di tv itu. Pak RT (rt nya pondok Indah, red) pun kaget, bukankah pahlawan untuk yang sudah mati ? Bukankah Mba Inul masih hidup ?, katanya. Oh Tuhan, manusia telah memonumenkan dirinya sendiri.
Aku pun masih ingat awal-awal acara 4 mata yang digawangi Mas Tukul, lucu, menarik, dan apa adanya. Awalnya acara yang dibuat dengan konsep talkshow dengan host yang polos, orang menyebutnya katro sangat menarik, percaya diri yang tinggi walaupun bahasa Inggrisnya sering kesasar ke brebes, tegal justru unik. Dalam banyak kegugupannya di awal-awal episode, istilah ‘kembali ke laptop’ menjadi penyelamat. Dedi Mizwar mengatakan bahwa acara ini menarik karena menjual keluguan, kejujuran, dan kepolosan di zaman yang penuh kepura-puraan, kebohongan, dan kemunafikan.
Ternyata peristiwa lama kembali terjadi, saat popularitas naik, kekayaan berkumpul, manusia menjadi lupa, adab pun menjadi rendah. Kata mulai kotor, wanita dilecehkan, binatang disakiti, adegan-adegan jorok dan menjijikkan dijual, menghina orang adalah santapan sehari-hari. Oh, Mas Tukul haruskan itu semua kau lakukan demi rupiah ? Kau dan teman-temanmu pun berkali-kali ditegur KPI, protes penonton, kritikan di milis dan blog, tapi kau tidak berubah sampai akhirnya kau undang Sumanto dan kau pandu seorang Ibu yang dengan sangat menjijikkan kau pinta untuk memakan kodok dan ikan hidup-hidup, disobek-sobek binatang itu di depan jutaan mata. Sangat menjijikkan ! Empat mata ditutup. Sedikit banyak itu mempengaruhi rejekimu, setidaknya kau harus mencarinya dari sumber lain. Benar kata pepatah ‘ mulutmu harimaumu’
Tidak mengapalah rejeki berkurang. Bukankah sang Guru, Ibnu Athoillah Assakandari, berkata ‘ betapa kefakiran kadang bisa mengenalkan hamba pada Tuhannya hanya dalam sebulan saja, sementara dengan kekayaan bertahun-tahun kita tidak bisa mengenal-Nya. Sang Guru pun melanjutkan, tidaklah Tuhanmu menimpamu dengan kesempitan kecuali agar tidak jelek adabmu (karena kekayaan), dan tidaklah Tuhanmu memberikanmu kelapangan kecuali agar engkau tidak berputus asa dari rahmat-Nya (karena seringnya ditimpa kesempitan). Mudah-mudahan apa yang terjadi menjadi renungan kita. Eh, denger-denger Mas Tukul akan mencalonkan diri jadi Gubernur DKI ? Candanya. Selamat deh, asal jangan terulang yang sudah-sudah. Ojo ngroso biso, kudu biso rumongso.
Situs Pemuat Foto Imam Samudra Jebol
November 11, 2008
Oleh : Rudi Wahyudi
Apa yang terjadi bila sebuah berita populer ditayangkan ? biasanya inilah yang terjadi
- situsnya kebanjiran pengunjung, servernya tidak kuat menahan beban dan akhirnya jebol ! contohnya : adalah situs yang pertama kali memajang foto ekslusif wajah imam samudra pasca eksekusi arrahma.com, lihat di sini
- Tulisannya di copy paste, bahkan diganti nama penulisnya, tentunya tanpa ijin seperti tulisan di blog Rudi Wahyudi ditulis tanggal 10 November tanpa nama penulis sebab jelas ini blog Rudi Wahyudi, lihat di sini, di copas di blog bisnis pulsa elektrik di tulis atas nama Alfin NR, tertanggal 11 November 2008 (kalender otomatis blog), hanya selisih 1 hari dari posting. Sampai tulisan ini diposting, tulisan copas tersebut masih di sini
Selamat berkreasi teman-teman.
Kejadian2 Unik seputar Jenazah Amrozi dkk
November 10, 2008
MUI : Imam Samudra dkk tidak mati syahid
Abu Bakar Ba’asyir : mereka mati syahid
Dibalik pro dan kontra dibalik perbedaan pendapat itu, saya berpendapat biar kita lihat faktanya. Fakta yang menjadi hakim. Kita ketahui bahwa setiap orang tahu bahwa ada karamah syahid yang selalu berulang-ulang terjadi pada syuhada di mana pun. Apakah tanda-tanda itu ada pada Imam Samudra dkk. Inilah yang berhasil diliput media-media.
Imam Samudra
1. Jenazahnya Wangi
Kesaksian Lulu Jamaluddin (Adik Kandung Imam Samudra) :
Reporter : Wirasatria
“Ya Allah, jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya,” kata Lulu Jamaluddin kepada INILAH.COM, di rumah duka, Lopang Gede, Serang, Minggu (9/11). Read the rest of this entry »
Villa Mewah
November 9, 2008
Bismillah,
Bagi anak yang hidup dekat Jatinangor tentu sudah tahu daerah Caringin. Bila kita menyusuri jalanan ke bawah-Nya akan kita dapati Pesantren Mahasiswa Fi Zhilal Jatinangor. Sedikit belok ke kanan kita akan mendapati hamparan sawah dan sebuah bangunan yang amat tua, itulah Villa Mewah, Villa Mepet Sawah. Sejatinya itu bukan villa tapi sebuah bangunan tua dengan lima kamar yang kami kontrak seharga Rp. 1.500.000, dikeroyok 10 orang. jadi tiap orang membayar hanya 150.000 / tahun. menurut orang mungkin kami miskin, tapi menurut kami, kami cerdas. Bukankah orang miskin sering mengambil keputusan cerdas ?
Kami menyebutnya villa. tapi orang lain menyebutnya dengan nada sinis, villa ? Ya, karena itu cuma rumah tua yang dalam setahun saja sudah 3 kali kemalingan. Tapi bukan begitu cara berpikir orang hebat. Bukankah Cipanas (air panas) udaranya sangat dingin ? Bukankah Cisaat (air kering) adalah daerah langganan banjir, bukankah gunung Ciremai (cuma segede pohon Ciremai) adalah gunung terbesar dan terangker di Jawa Barat ? Kenapa nenek moyang kita menamakan tempat-tempat itu berkebalikan maknanya ? Begitulah cara nenek moyang melihat masalah, masalah itu kecil karena sumber solusinya, Allah, maha besar. Itulah bahasa-bahasa optimisme, begitu kata Prof. Mansur Suryanegara padaku.
Villa mewah adalah villa bagi orang yang kuat bertahan hidup. jaraknya dari jalan raya dan sumber makanan sangat jauh, apalagi bila hujan, nyaris tidak bisa ke mana-mana. Pernah aku terjebak di dalamnya seharian, bukan karena hujan, tapi karena kekeringan. Ya, duitku habis. Wong jatah bulananku cuma 75.000 per bulan. Dengan uang segitu ? Bisa aktif bolak-balik Jakarta-Bandung ? ya, itulah hebatnya Allah s.w.t, cukup aja. Aku terjebak tidak bisa ke mana-mana. Perutku sangat lapar. bahkan aku tidak punya uang 500 perak pun untuk naik angkot ke kosan temenku dan pinjaam uang.
Aku mulai gelisah mencari sesuatu di dapur, barangkali ada sisa makanan. aku coba keluar di kolam depan rumah, mungkin ada daun yang bisa kubuat sayur, entah kangkung atau genjer. tapi tidak ada, bahkan sehelai kang kung pun. Saat itu yang kubisa hanya bermunajat pada Allah agar mengisi perutku yang sudah sangat lapar ini. Biasanya habis bermunajat aku nemu duit, tapi ini tidak ada. Aku lihat celengan hajiku. Ya, celengan haji. walaupun uang selalu pas-pasan aku selalu menabung 500 perak per hari untuk naik haji. Ternyata celenganku pun sudah ludes kuambil sedikit-sedikit. Sampai akhirnyaa…. aku gak tahan.
Menjelang waktunya makan siang ada orang berjalan ke rumah kontrakanku di sawah. Assalamu’alaikum….
“Wa alaikum salam….,” jawabku.
“eh pada kamarana ieu kosong, “
“nuju (lagi) kuliah pak, bapak milarian (cari) saha ?” tanyaku
“Saya bapakna Deden. Tadi pulang kondangan pengen pulang ke Majalaya, tiba-tiba hati teh berubah pengen ke sini, nengok Deden.”
Subhanallah, Bapaknya Deden jarang sekali kemari makanya aku tidak kenal. Selama aku kuliah paling cuma 2 kali. Hmm…tanda baik. Benar saja, hari ini aku makan besar. Bapaknya Deden membawa makanan untuk semua anak kontrakan untuk tujuh hari makan. Makanan dari orang hajatan, semua jenis makanan yang bisa diawetkan. Alhamdulillah…berdoa minta makan sekali dijawab tujuh hari makan gratis. Bukan cuma aku, semua bisa makan. Do’a emang dahsyat.
Hasbi Rabbi
November 5, 2008
Cilangkap, 4 November 2008 Oleh : Rudi Wahyudi
Cukup bagiku Tuhanku
Tiada dihatiku Selain-Mu
Atas Nabi-Mu, selawatku
Tiada yang disembah melainkan diri-MU
Ternyata, Luftiana Happy Nikah dengan Syaikh Puji
November 1, 2008
TV One, hari ini 1 November 2008
Setelah bertemu dengan syaikh puji dan meminta kepastiannya untuk menceraikan Luftiana (12), Kak Seto menyatakan bahwa kondisi psikologis Luftianan baik secara psikologis, tidak mengalami tekanan, sadar akan yang dilakukannya, dan senang seperti biasa. Lalu, kalau dua orang menikah suka rela, suka sama suka, diizinkan oleh orang tua, disuruh cerai, apa tidak melanggar HAM ? Oke, tulisan ini memang respon atas ketidakkonsistenan penegakan HAM. Dibawah ini adalah komentar saya (-saya tidak tahu diapply atau tidak-) atas pernyataan bahwa penegakkan UU Pornografi melanggar HAM, pernyataannya di sini komentar saya ini :
” Setiap undang-undang memang mengambil sebagian hak asasi, itu wajar dalam ilmu hukum. kewajiban memakai helm, misalnya, itu juga mengambil hak kita untuk tidak memakai helm. padahal kalau tidak memakai helm kan orang lain tidak dirugikan, kepala kita sendiri, mau bocor kita sendiri yang nanggung. tapi waktu undang-undangnya disahkan pada mau aja. jadi kadang kita tidak konsisten dalam hal ini. contoh lain ? wah, banyak. masih ingat kasus nikah dini Syekh Puji, hasil pengamatan Kak Seto hari ini 1 Nov 2008 Pk. 11.30 di TV ONE menyatakan bahwa kondisi psikologis Luftiana (12) baik secara psikologis, tidak mengalami tekanan, sadar akan yang dilakukannya, dan senang. Pertanyaannya, mereka menikah secara suka rela, suka sama suka, diizinkan orang tua, kenapa disuruh cerai sama Komnas Perlindungan Anak, apa tidak melanggar hak asasi namanya ? inilah yang membuat para penegak HAM kadang dipandang sebelah mata dalam banyak isu apa pun, ya itu tadi tidak konsisten. tanya militer, kalau ada orang bawa2 isu HAM, apa yang akan pertama kali muncul ? tepat, agen asing. Sebabnya, ya itu tadi sering tidak berimbang dan tidak konsisten. mari kita tunaikan kewajiban asasi manusia, sholat dulu. makasih”
lihat juga renungan saya :
Renungan: Menanggapi Kasus Syaikh Puji
Renungan : Pesawat Cessna Melaju di Jalan Tol Cikampek
Oktober 31, 2008
Hari-hari memang selalu mengejutkan, setelah kemaren dikejutkan oleh seorang tua yang menikahi gadis di bawah usia lihat di sini. sekarang ada ABG mengemudikan pesawat dan mendarat di jalan tol cikampek lihat di sini. Entah apa lagi peristiwa mengejutkan yang akan terjadi. Bila terus begini, lama-lama bisa mati berdiri kita melihat keterkejutan-keterkejutan peristiwa di jakarta ini. Sebelumnya, kita juga sudah cukup terkejut dengan serangkaian pembunuhan mutilasi nan sadis. Ya Allah, jaman apa ini ?
Saat Bumi Diguncangkan
Jakarta, 31 Oktober 2008
Oleh : Rudi Wahyudi (- renungan surat Al Zalzalah-)
Aduh bumi tua
berita apa lagi
berita apa lagi
cukup sudah
aku lelah
bila bumi diguncangkan
dan isi perutnya dihamburkan
manusia bertanya-tanya
ada apa, ada apa ?
hari itu bumi menceritakan kabarnya
bahwa tuhan telah mewahyukan padanya
hari itu manusia berkerumun
untuk melihat catatan amalnya
sesiapa berbuat sebizi zarah kebaikan, dia melihatnya
sesiapa berbuat sebizi zarah keburukan, pun dilihatnya pula
celaka, celaka
sebizi zarah dihitung-Nya juga
Wak Tiah
Oktober 29, 2008
Wanita perkasa itu telah kalah
terbaring lemah melekat di jari-jari bambu
Tatapan matanya sayu
menembus labirin jiwaku
20 tahun lalu
dengan gagah kau cangkuli rahim bumi
kau panen biji-biji keringatmu
dan kutadahi dalam sakuku
—” ini untuk sekolahmu”–
Letih sudah tulang-tulangmu
Memikul beban kehidupan
Teraniaya lelaki, terpisah buah hati
Tak ada marah kau ucap
Tak ada dendam kau pendam
Kau terima dengan jiwa terbuka
Semua takdir-Nya
Tuhan amat kasih padamu
wanita yang tanpa kesah keluh
kau makan sebutir padi dengan gembira
kau beri kami sepiring nasi dengan ikhlasnya
tak ada yang kau genggam
kecuali telah berpindah tangan
kulihat airmata merambati pipimu
tiap kukunjungi kesendirianmu
kau belai-belai punggungku
bersama doa-doa yang dipanjatkan