Sayonara

Cirebon, Oktober 1999 (dengan perubahan)

– untuk sebuah perpisahan –
Di puncak rinduku
Aku berdiri menatap sunyi
yang semakin senyap
tanpa desah suara
tanpa tanpa

Di puncak rinduku
Aku bernyanyi
tanpa lagu
tanpa nada
tanpa tanpa

di sini aku dibesarkan
dalam peluka ilalang, rumpun bambu,
—————-dan burung pipit

Hari-hariku bersemi
bersama rumput yang menghijau
masuk dalam bulir-bulirnya
bercampur tanah merah
——Husnul Khatimah

Aku tak pernah utuh
dalam kembaraku
mencari pipit yang terbang
menyebrang benua
mencari kawan di musim kawin

Aku tersesat di rerimbun pohon bambu
di tengah padang ilalang
di ujung pengharapan
bersama angin malam

– lalu angin bercerita, ” pipit telah sampai di sebrang benua “

0 Responses to “Sayonara”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Cuci Gudang Aneka Barang

CERIA PERAGA TK & PAUD


%d blogger menyukai ini: