Wak Tiah

Wanita perkasa itu telah kalah
terbaring lemah melekat di jari-jari bambu
Tatapan matanya sayu
menembus labirin jiwaku

20 tahun lalu
dengan gagah kau cangkuli rahim bumi
kau panen biji-biji keringatmu
dan kutadahi dalam sakuku
—” ini untuk sekolahmu”–

Letih sudah tulang-tulangmu
Memikul beban kehidupan
Teraniaya lelaki, terpisah buah hati
Tak ada marah kau ucap
Tak ada dendam kau pendam
Kau terima dengan jiwa terbuka
Semua takdir-Nya

Tuhan amat kasih padamu
wanita yang tanpa kesah keluh
kau makan sebutir padi dengan gembira
kau beri kami sepiring nasi dengan ikhlasnya
tak ada yang kau genggam
kecuali telah berpindah tangan

kulihat airmata merambati pipimu
tiap kukunjungi kesendirianmu
kau belai-belai punggungku
bersama doa-doa yang dipanjatkan

0 Responses to “Wak Tiah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Cuci Gudang Aneka Barang

CERIA PERAGA TK & PAUD


%d blogger menyukai ini: