Kecanduan Rokok

saya tidak mau ngobrolin rasanya kecanduan rokok, wong saya tidak merokok.  tapi setidaknya saya merasakan rasanya kecanduan, yaitu kecanduan bakso…🙂.  saya pun tidak akan memperdebatkan apakah kecanduan rokok bisa dihentikan atau tidak, tapi yang pasti semua yang pernah dimulai bisa diakhiri.  Sulit, tapi mungkin.  Dulu saya pernah merokok dan akhirnya berhenti setelah diberikan tips jitu dan instant dari senior yaitu kalau mau berhenti merokok setiap akan merokok, nyedotnya dibalik.  Yup, pas betul.  Yang panasnya disedot dijamin sampeyan tidak akan mau merokok lagi ..he..he.. tapi tentu saja saya tidak menyarankan tips gila dari senior saya ini, dan saya pun tidak pernah mau gila seperti senior saya itu.

Saya yakin sampeyan sangat mencintai rokok sekaligus sangat ingin berhenti mencintainya, bukan ?  Cinta yang aneh memang.  Apalagi MUI sudah mengeluarkan fatwa haram secara terbatas, dan Muhammadiyah sudah mengeluarkan fatwa haram secara mutlak walaupun NU masih memfatwakan makruh, tapi makruh itu sendiri yang tetangganya haram wong makruh itu artinya ‘ dibenci ‘ , maksudnya dibenci gusti Allah,  malah kawan dari Hizbut Tahrir bilang hukum merokok sama dengan hukum menyedot knalpot, nah lho ?   Lha dari tadi ngomong ngalor ngidul, jadi gimana caranya mau berhenti merokok…wah itu bukan kapasitas saya.  Itu kapasitas para ahli, tapi akhir-akhir ini saya mendengar ada terapi yang efektif untuk menghentikan merokok.  Cepat, singkat, ilmiah, dan dari tinjauan agama juga bagus.  Terus terang saya mengagumi teknik ini.  Pasti sampeyan sudah sering dengar, SEFT alias Spritual Emotional Freedom Technique.  Nah untuk lebih jelasnya mendingan lihat demonya dulu di terapi SEFT untuk berhenti merokok kurang dari 5 menit. Kebetulan yang nerapi saya kenal, yaitu mbak tari, alumni psikologi Unpad dan pastinya bukan dukun walau ilmunya hebat, jadi sekalian saya numpang tenar.   Ok, tetap semangat dan jangan putus asa berusaha, mungkin ini sangat membantu.

2 Responses to “Kecanduan Rokok”


  1. 1 khoirian Juni 15, 2010 pukul 8:47 am

    yang aku persoalkan dalam merokok adalah orangnya….
    lho kenapa…?
    kebanyakan yang aku lihat di sekitarku malahan yang kebanyakan merokok itu adalah orang-orang ekonomi menengah ke bawah.

    aku heran sama mereka, bukannya lebih baik uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka?

    benar to……dari pada digunakan untuk merokok….

    • 2 Rudi Wahyudi Juni 17, 2010 pukul 1:50 am

      bagi orang menengah bawah sepertinya rokok adalah penghilang stress dan tekanan hidup, semacam pelarian jiwa mungkin. sepertinya terapinya selain mengurangi ketergantungan terhadap rokoknya mungkin juga dengan melatih jiwa lebih tabah … (makasih kunjungannya bang khoirian)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Cuci Gudang Aneka Barang

CERIA PERAGA TK & PAUD


%d blogger menyukai ini: